Dua Kabupaten Di Sumatra Melaporkan Kematian Babi Secara Mendadak

Dua Kabupaten Di Sumatra Melaporkan Kematian Babi Secara Mendadak – Medan Veterinary Center di Sumatera Utara telah mengirimkan tim untuk menyelidiki kematian ratusan babi di kabupaten Nias dan Nias Selatan baru-baru ini.

Kepala kantor, Agustia, mengatakan pada hari Selasa bahwa kematian mendadak hewan-hewan tersebut telah dilaporkan secara konstan dalam sebulan terakhir.

Antara 300 dan 400 babi telah mati di dua daerah dalam sebulan terakhir. Jumlahnya cukup besar, kata Agustia.

Dua Kabupaten Di Sumatra Melaporkan Kematian Babi Secara Mendadak

Dia mengatakan tim telah mengamankan sampel darah ternak yang mati untuk diuji di laboratoriumnya, yang akan membutuhkan sekitar tujuh hingga 14 hari. Poker Online Banten

Dengan itu, kita akhirnya bisa mengetahui apakah kematian itu disebabkan oleh demam babi Afrika [ASF] atau faktor lainnya, tambahnya.

ASF telah membunuh ribuan babi di seluruh Sumatera Utara antara akhir tahun lalu dan awal tahun ini, tetapi Agustina mengklaim bahwa Pulau Nias relatif aman dari wabah. Tidak ada kematian babi yang tiba-tiba dilaporkan di wilayah tersebut pada waktu itu.

Badan Pertanian Nias Selatan mengkonfirmasi secara terpisah bahwa ribuan babi di wilayah tersebut telah mati karena sebab yang tidak diketahui baru-baru ini. Hingga 3.000 babi mati di distrik Susua saja, dan 670 lainnya di distrik Mazo.

“Penduduk merasa terganggu dengan kejadian itu. Mereka berpikir bahwa babi-babi itu telah mati karena babi kolera [atau demam babi klasik] tetapi itu belum dapat dibuktikan,” kata kepala badan tersebut, Norododo Sarumaha.

Setidaknya 42.000 babi telah mati karena ASF di 18 wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa bulan terakhir. Daerah yang terkena dampak termasuk Deli Serdang, Karo, Medan, Tapanuli Utara, Samosir dan Simalungun.

Kepala Badan Keamanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap mengatakan sebelumnya bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah wabah di masa depan, seperti meningkatkan langkah-langkah biosekuriti dengan mewajibkan peternak babi untuk membersihkan kandang babi dengan disinfektan standar.

Wabah ASF pertama terjadi di Tiongkok pada 2018, jelasnya. Virus ini kemudian menyebar ke Hong Kong, Filipina dan Timor Leste. Wabah di Sumatera Utara dimulai pada Oktober tahun lalu, ia menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *